HEBOHNYA PROGRAM MUSIK DI STASIUN TELEVISI

Posted on Wednesday, May 6th, 2009 at 2:46 pm

Setahun belakangan ini stasiun televisi berlomba-lomba menayangkan program musik, yang memuat tangga lagu dan video klip, serta interaksi dengan penonton baik in door maupun out door dan dipandu minimal oleh dua orang host. Dimulai oleh SCTV dengan merilis program INBOX dua tahun yang lalu. Program tersebut masih tayang sampai sekarang, bahkan setiap pagi, dimulai dari jam 07.30-09.00 WIB. Diawal kemunculannya, INBOX berhasil menarik perhatian masyarakat dan mem,peroleh rating yang tinggi. Padahal jam tayangnya bukan jam tayang prime time (pukul 18.00-20.00 WIB). Program musik INBOX menayangkan tangga lagu, penayangan video klip, interaksi antara host, bintang tamu yang terdiri dari band dan penyanyi, dan penonton, serta penampilan bintang tamu secara langsung dalam menyanyikan lagu mereka masing-masing.

Sebenarnya konsep tersebut pernah ditayangkan oleh MTV Amerika yaitu program TRL atau Total Request Live yang sangat populer di akhir tahun 1990-an. Program TRL juga pernah ditayangkan di Indonesia melalui MTV Indonesia di Global TV. TRL merupakan tayangan musik yang sangat populer bagi anak muda. TRL mampu menggantikan tren sebelumnya yang ditayangkan MTV dengan format tangga lagu yang hanya menayangkan video klip saja dan dipandu oleh satu orang host yang sempat populer selama satu dekade. Kemudian TRL lahir dengan konsep baru, dimana interaksi antara penonton dengan artis dan host yang lebih dari dua orang lebih intim, sehingga kemeriahan itu membuat program musik tersebut lebih segar dibandingkan dengan program musik sebelumnya. Para penonton, baik yang in door maupun yang out door sengaja dimasukkan ke dalam frame. Konsep itu akhirnya yang diadaptasi oleh program INBOX.

Kesuksesan yang diperoleh oleh program INBOX tersebut pun dilirik oleh stasiun televisi lain. Dimulai dengan lahirnya program DAHSYAT di RCTI. Semula program ini di awal kemunculannya belum sepopuler program INBOX. Kemudian RCTI mencari formula baru. Mereka pun mengganti host sebelumnya dan memindahkan jam tayang. Akhirnya formasi host DAHSYAT diperkuat oleh Raffi Ahmad, Olga Saputra, dan si cantik Luna Maya dan jam tayang diganti menjadi lebih siang. Diantara mereka bertiga yang pernah memandu acara musik hanya Raffi Ahmad. Sedangkan Olga lebih dikenal sebagai seorang komedian, dan Luna Maya lebih dikenal sebagai bintang film dan model. Cara mereka membawakan acara boleh dibilang “ngga banget” menurut kaca mata dunia presenter. Tetapi hal tersebut membuat DAHSYAT berbeda dari acara musik sebelumnya. Memasukkan unsur heboh dan funky dalam acara tangga lagu sudah biasa, tetapi yang tidak biasa adalah ketika para host saling mencela, ikut-ikutan melawak dan membocorkan gosip-gosip hangat. Itulah yang dilakukan oleh trio Raffi-Olga-Luna. Mereka tidak jaim menjadikan kehidupan pribadi mereka sebagai bahan olok-olokan dan candaan oleh host lainnya. Raffi yang dianggap playboy dan ngocol dapat mengimbangi Olga yang memang berlatar belakang komedian. Sedangkan Luna Maya sering menjadi pesakitan dan menjadi umpan lawakan Olga dan Raffi. Kekonyolan mereka bertiga ternyata lebih menarik dan berpengaruh terhadap perolehan rating.

Kehebohan para host pun diadaptasi oleh program musik lainnya seperti KLIK yang ditayangkan di ANTV, KISSVAGANZA yang ditayangkan oleh Indosiar dan DERINGS yang ditayangkan oleh TRANS TV. KLIK diperkuat oleh dua host ternama yaitu Nirina Zubir dan Indra Bekti (sekarang acara tersebut formatnya sudah berubah dan tidak memakai mereka lagi sebagai host). KISSVAGANZA dipandu oleh Ruben-Ivan-Eko yang sebelumnya sukses dalam memandu program Mamamia Seleb Show di Indosiar. KISSVAGANZA menggabungkan acara tangga lagu dengan infotainment. Sedangkan program DERINGS lebih gila lagi. Tidak tanggung-tanggung, acara tersebut dipandu oleh 6 orang host sekaligus, Ringgo, Desta, Sandra Dewi, Tika Putri, Adul, dan Wiwid Gunawan. DERINGS merupakan semi komedi situasi. Makanya membutuhkan host yang banyak karena semuanya mempunyai peran masing-masing. Setiap episode mempunyai tema yang berbeda.

Itulah tren, namun sebagaimana tren lainnya, suatu saat pasti akan berubah. Kita tidak bisa membaca keinginan pemirsa. Mungkin beberapa hari kemudian lahir program musik dengan model baru, dan menggeser rating dari program musik yang mengusung tangga lagu ini. Tidak ada yang tahu sampai kapan tren ini akan digemari oleh pemirsa.

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “HEBOHNYA PROGRAM MUSIK DI STASIUN TELEVISI”

  1. evi says:

    ternyata…trend acara TV juga kaya’ trend pakaian. niru dari luar negeri.

Leave a Reply